Cara Menggunakan Air Compressor yang Benar

Cara Menggunakan Air Compressor

Air Compressor atau yang juga populer dengan nama kompresor angin ialah sebuah mesin yang memiliki fungsi untuk meningkatkan tekanan atau menghentikan fluida udara/gas. Biasanya, Mesin kompresor menggunakan mesin bensin, mesin diesel, atau mesin listrik sebagai tenaga penggeraknya.

Fungsi Compressor Udara

Fungsi utama dari kompresor angin adalah mengambil gas atau udara yang ada disekitarnya, kemudian memberikannya tekanan di dalam tabung, dan menyalurkannya keluar dalam bentuk udara bertekanan. Selain itu, terdapat beberapa fungsi lain dari kompresor angin ini. Sebut saja,

  • Mengisikan udara pada ban yang bocor/kempes.
  • Gerindra udara.
  • Sebagai penyuplai udara pada penyelam.
  • Pengisi tabung atau silinder gas dengan cara menyuplai udara bersih bertekanan tinggi.
  • Memproduksi udara bertekanan untuk proses industri dengan volume yang besar. Seperti contohnya adalah untuk sistem purge pada pabrik semen, atau oksidasi kokas minyak bumi.
  • Menyuplai udara untuk kebutuhan air brush atau alat-alat sprai lain.
  • Mengisi udara bersih bertekanan pada sistem kontrol Heating, Ventilation, dan Air Conditioning (HVAC) pneumatic untuk beberapa bangunan sekolah dan perkantoran.

Jenis Kompresor Angin

Terdapat beberapa jenis kompresor angin yang tersedia di pasaran. Guna membantu Anda agar lebih memahami bagaimana pemanfaatan dari compressor untuk kehidupan sehari-hari, Anda perlu mengetahui terlebih dahulu jenis-jenis kompresor angin yang ditawarkan. Lebih detailnya ialah sebagai berikut:

1. Direct Driven

Jenis direct driven memiliki artian bahwa penggerak kompresor dengan pompa udara terhubung secara langsung. Karena memiliki kemampuan untuk berputar dengan kecepatan maksimal sebesar 2.850 rpm, direct driven menjadi kompresor angin tercepat bila dibandingkan dengan jenis lainnya.

2. Belt Driven

Secara umum, belt driven digunakan sebagai alat penggerak yang banyak digunakan oleh bengkel dan tukang ban pinggir jalan. Jenis kompresor satu ini menggunakan venbelt atau v-belt sebagai sistem koneksi antara tenaga penggerak dan pompa udara. Untuk tenaga penggeraknya sendiri, bahan bakar bensin atau motor listrik banyak dipilih untuk digunakan.

3. Air Compressor Mini

Ukuran dari jenis ini cenderung lebih kecil. Hal ini dikarenakan versi mini yang tidak menggunakan tabung tekanan. Salah satu bentuk pengaplikasian kompresor angin mini dapat ditemukan pada air brush yang umumnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan pengecatan sederhana.

4. Screw

Apabila Anda membutuhkan debit udara yang tinggi, atau tekanan udara untuk mensuplai suatu objek selama 24 jam penuh, maka jenis kompresor angin screw inilah jawabannya. Adapun untuk keunggulan utama yang dimiliki oleh jenis kompresor ini ialah hasil udara yang tidak mengandung uap air di dalamnya. Selain itu, Screw juga minim akan suara bising yang mengganggu.

Cara Menggunakan Air Compressor

Pada saat Anda hendak meniup api yang tersulut pada lilin ulang tahun, Anda pasti akan menarik napas dalam-dalam. Ketika kondisi ini terjadi, tekanan udara akan meningkat di dalam paru-paru. Alhasil, akan keluar udara bertekanan yang selanjutnya digunakan untuk memadamkan api pada lilin itu. Nah, skema seperti ini sangatlah mirip dengan prinsip kerja yang diusung oleh kompresor angin pada umumnya.

Prinsip tersebut juga tidak jauh berbeda dari pompa sepeda atau ban mobil. Dimana ketika piston kompresor di tarik ke arah atas, tekanan silinder yang ada di bagian bawah akan menurun. Akibatnya, udara yang ada di luar bisa masuk dengan celah katup hisap yang terbuka. Udara yang masuk ke pompa tadi, selanjutnya akan dimampatkan dengan cara di dorong ke bawah oleh piston. Dikarenakan udara tidak bisa bergerak karena mampat, volume dari ban akan menjadi lebih kecil. Kemudian tekanan tersebut akan mengalir dari tempat dengan tekanan udara tinggi ke area bertekanan udara lebih rendah.

Beragam Jenis dan Tipe Ukuran U-Ditch

Jenis dan Tipe Ukuran U-Ditch

U-Ditch atau buis beton berbentuk huruf U merupakan beton cetakan hasil pabrikasi yang digunakan untuk keperluan saluran air, irigasi, parit, dan saluran pembuangan lainnya. Buis beton berbentuk huruf U ini dirancang untuk proyek saluran air yang mudah diamati pergerakan airnya sehingga sewaktu-waktu dapat diperlancar jika terjadi hambatan. Kondisi seperti ini tentu tidak dapat dilakukan jika buis beton tertutup rapat seperti pada box convert atau buis beton tabung lainnya.

Meski bentuk U ditch hanya berupa seperti huruf U, di pasaran jenis ukuran buis beton ini sangat beragam dari yang terkecil ukuran 30 x 30 x 120 cm hingga ukuran jumbo mencapai 200 x 200 x 120 cm. Buis beton semacam ini sangat kuat mengikat tanah di bawah dan di kedua sisi beton sehingga saluran air dapat terjaga dari tumpukan tanah yang dimungkinkan longsor dan memenuhi buis beton. Tak heran buis beton model U dtich banyak digunakan sebagai sarana irigasi dan saluran air lainnya.

Jenis dan Tipe Ukuran U Ditch

Sebagai kebutuhan pokok irigasi dan saluran air, termasuk parit, buis beton U ditch mempunyai ukuran yang beragam sesuai dengan keperluan di lapangan. Tetapi secara umum, sesuai standar SNI, ukuran buis beton berkisar tidak lebih dari 200 cm.

1. U Ditch 30 x 30 x 120 cm

U ditch berukuran 30 x 30 x 120 cm merupakan ukuran terkecil dari ukuran u ditch lainnya. U ditch sekecil ini biasa digunakan untuk proyek kecil, parit rumah tangga hingga irigasi mandiri yang dibuat para petani. Pada lingkungan perumahan maupun perkantoran, U ditch seukuran ini juga kerap digunakan.

2. U Ditch 50 x 50 x 120 cm

U ditch ukuran sedang ini difungsikan untuk saluran air yang berukuran besar seperti irigasi tersier, parit jalan besar, dan saluran air yang besar pula. U ditch berukuran 50 x 50 x 120 cm ini juga kerap diterapkan dilingkungan yang sering dilanda banjir. Dengan ukuran ini, debit air yang sedang diharapkan lebih lancar mengalir dibandingkan ukuran U ditch yang lebih kecil.

Jenis dan Tipe Ukuran U-Ditch

3. U Ditch 80 x 80 x 120 cm

U ditch berukuran ekstra ini tentu akan difungsikan pada proyek yang membutuhkan debit air besar sehingga aliran air sangat lancar. U ditch sebesar ini umum digunakan pada irigasi yang digagas negara atau pemerintah daerah serta parit dan saluran air lainnya berskala besar. Secara mandiri pihak pabrik kerap menggunakan U ditch berukuran ini demi kelancaran pembuangan atau saluran air pabrik tersebut.

Jenis dan Tipe Ukuran U-Ditch

4. U Ditch 140 x 140 x 120 cm

U ditch ini merupakan ukuran terbesar dari keluarga U ditch. U ditch sebesar ini umum digunakan pada proyek berskala besar baik irigasi, drainase, maupun saluran air lainnya. Wilayah perkotaan atau yang kerap dilanda banjir biasanya menggunakan U bitch ukuran ini untuk memperlancar debit air yang sangat tinggi akibat banjir.

Harga U Ditch

Di pasaran, harga U ditch sesuai standar SNI bervariasi antara Rp 330 ribu hingga Rp 3,2 juta per buah. Harga ini tentu mengikuti kualitas dan materi pembangunnya. Untuk U ditch berukuran terkecil harganya bisa lebih mahal dari Rp 300 ribu jika menggunakan materi campuran besi bertulang. Meski tergolong lebih mahal dari buis beton lainnya, U ditch memiliki kekuatan ekstra yang tidak dimiliki buis beton bentuk tabung atau belah.

Ketahui Macam-Macam Pintu Alumunium Di Sini!

Macam-Macam Pintu Alumunium

Pintu dalam sebuah bangunan merupakan komponen yang sangat krusial karena perannya menjadi akses keluar dan masuk penghuni serta mengamankan bangunan. Dalam perkembangannya, pintu mengalami berbagai jenis inovasi termasuk dalam segi material. Salah satu material pintu yang dewasa ini cukup diminati di kalangan masyarakat adalah aluminium. Pintu aluminium sering digunakan misalnya untuk pintu aluminium kamar mandi,  pintu utama, bahkan pintu antara satu dan lain ruang.

Material aluminium dipilih karena memiliki beberapa keunggulan, di antaranya:

1. Ketahanan yang tinggi

Pintu aluminium memiliki kekuatan yang tinggi, ringan saat dibawa, anti terhadap stress tegangan mekanik, anti rayap, anti lembab, serta tahan terhadap berbagai jenis cuaca. Semua kelebihan ini membuat material aluminium lebih awet dan tahan lama, apalagi aluminium sangat mudah dirawat.

2. Ramah lingkungan

Pintu aluminium tidak seperti material lainnya yang memancarkan toksin atau zat berahaya yang mencemari udara sekitar. Pintu aluminium tidak akan membahayakan penghuni sekitarnya juga tidak akan mencemari udara sekita sehingga material aluminium sangat ramah lingkungan. Material aluminium sangat cocok digunakan di tengah kondisi kerusakan lingkungan yang sedang marak terjadi.

3. Ketahanan warna

aluminium memiliki warna yang menarik dan unik seperti warna chrome. Warna ini dalam aluminium bertahan cukup lama sehingga tidak mengurangi estetika pintu.

4. Variasi model

Material aluminium memiliki berbagai variasi model yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan penempatan. Model pintu aluminium kamar mandi tentu akan berbeda dengan model pintu untuk ruang utama dan lain sebagainya.

Aneka Macam Pintu aluminium

Pintu aluminium memiliki aneka macam berdasarkan kategori tertentu. Adapun aneka pintu aluminium pintu aluminium di antaranya:

Macam-Macam Sistem Bukaan Pintu aluminium

1. Pintu geser

Pintu geser aluminium sering digunakan untuk menghemat ruangan. biasanya pintu geser ini digunakan pada pertokoan karena ruangannya sudah penuh digunakan untuk rak produk yang ditawarkan. Pintu ini umumnya dilengkapi oleh rel sebagai media pintu agar dapat digeser.

2. Ayunan

Cara membuka pintu aluminium ini hanya memungkinkan membuka pada satu arah saja. Pintu ini sudah lengkapi dengan engsel khusus untuk membukanya.

3. Pendulum ayunan

Perbedaan ayunan dan pendulum ayunan pada pintu aluminium ini terletak pada arah bukanya di mana pendulum ayunan mampu membuka ke dua arah yaitu dalam dan luar.

4. Geser otomatis

Pintu ini dilengkapi dengan teknologi yang lebih modern di mana buka tutup pintu berdasarkan sensor khusus. Pintu ini biasanya digunakan pada bangunan yang memiliki mobilitas tinggi dan darurat seperti rumah sakit, pertokoan, perusahaan, dan lain-lain.

Model Pintu aluminium

Macam-Macam Pintu Alumunium

Pintu aluminium dalam pemasangannya tidak selalu full material aluminium seperti pintu aluminium kamar mandi. Terdapat beberapa kombinasi model pintu seperti dikombinasikan dengan kaca, kayu, dan lain-lain. Adapun model pintu aluminium yang sering ditemui adalah:

1. Panel aluminium

Pintu aluminium jenis ini dari mulai rangka hingga body seluruhnya menggunakan material aluminium. Model jenis ini biasanya digunakan untuk pintu utama, pintu kamar mandi dan pintu lainnya yang lebih privatif.

2. aluminium expanda

Pintu ini selain difungsikan sebagai pintu juga difungsikan untuk menahan nyamuk masuk. Body pintu ini baik secara keseluruhan maupun sebagian terdiri dari jaring-jaring kawat aluminium yang akan menahan nyamuk.

3. aluminium kaca

Pintu aluminium model ini adalah pintu yang hanya rangka saja yang menggunakan aluminium, sedangkan bagian body dari pintu ini menggunakan kaca. Pintu ini biasanya digunakan untuk bangunan perkantoran, perusahaan, rumah sakit, pertokoan dan tempat umum lainnya.

 

Tidak Harus Sebagai Plafon, Berikut Adalah Berbagai Pengaplikasian Gypsum

Berbagai Pengaplikasian Gypsum

Gypsum kerap menjadi pilihan sebagai plafon rumah. Selain karena harganya yang tergolong ekonomis, keunggulah plafon gypsum adalah pada materialnya yang tidak mudah terbakar. Ruangan dengan plafon jenis gypsum akan terasa lebih sejuk karena sifat gypsum yang menyerap panas. Alasan lain mengapa bahan ini kerap dijadikan plafon adalah kemampuannya dalam menyerap air, sehingga mampu menahan rembesan air ketika terjadi kebocoran.

Meskipun identik dengan langit-lagit rumah, bukan berarti gypsum hanya dapat diaplikasikan sebagai plafon. Ada berbagai hal yang dapat dilakukan untuk mempercantik rumah dengan gypsum. Penasaran? Simak yang berikut ini, ya.

Gypsum Sebagai Partisi Ruang

Berbagai Pengaplikasian Gypsum

Dalam merancang sebuah bangunan, terkadang kita perlu membuat partisi pada ruang – ruang yang kita anggap terlalu besar agar dapat dimanfaatkan atau memiliki fungsi lain. Pembuatan partisi juga kerap dilakukan untuk memberikan aksen dekoratif pada sebuah ruangan. Dengan memberikan partisi, ruangan akan terkesan lebih hidup dan tidak terlihat kosong.

Gypsum dikenal dengan pengaplikasiannya yang mudah. Untuk menjadikannya sebagai partisi pada ruangan, dibutuhkan gypsum dalam bentuk papan atau yang lebih dikenal dengan gypsum board. Karakter gypsum board yang padat dan kering membuat material ini mudah untuk diaplikasikan. Penggunaan material ini juga tidak perlu membutuhkan waktu lama dan tidak bergantung pada cuaca.

Beberapa keuntungan lain yang bisa kita dapatkan dari penggunaan gypsum board sebagai partisi ruangan adalah:

  • Menghemat cost. Gypsum board terbilang ekonomis karena harganya yang murah dan tidak memerlukan pengerjaan yang rumit serta memakan banyak waktu. Perawatan dan perbaikan gypsum pun lebih mudah.
  • Memiki berat yang jauh lebih ringan dibandingkan dinding plaster, tekanan pada stuktur dinding konstruksi menjadi lebih ringan.
  • Tidak mudah terbakar. Gypsum memiliki karakter yang lebih tahan terhadap api.

Kreasi List Profil Gypsum Pada Pintu

Berbagai Pengaplikasian Gypsum

Pintu adalah salah satu bagian terpenting di sebuah bangunan. Bagaimana bentuk dan ukurannya harus dipikirkan dengan baik agar selaras komponen lain pada sebuah bangunan. Pemberian material tertentu dapat mempercantik dan beberikan aksen yang berbeda pada pintu. Contohnya adalah dengan pengaplikasian list profil gypsum pada pintu. List profil gypsum adalah material yang umumnya digunakan untuk menghias tepain langit-langit bangunan. List profil gypsum memiliki ukiran yang unik dan cantik. List profil ini mampu memberikan aksen klasik dan Victorian. Penggunaan list profil gypsum juga dapat memberikan garis modern yang sederhana pada ruangan yang mendukung keseluruahan gaya interior tanpa mendominasi.

List Profil Gypsum Pada Perapian

Berbagai Pengaplikasian Gypsum

Berbagai rumah bergaya eropa kerap menggunakan ukiran pada perapian untuk memberikan kesan klasik. Sebelumnya sudah dibahas bahwa list profil gypsum memiliki berbagai ukiran yang unik dan cantik. Nah, kelebihan ini bisa kita gunakan dengan mengaplikasikan list profil gypsum pada perapian. Dengan begitu, kesan klasik pada hunian anda akan lebih kuat.

Hiasan Gantung

Berbagai Pengaplikasian Gypsum

Setelah mengaplikasikan list profil gypsum pada pintu dan perapian, kamu masih memiliki sisa list yang tidak tahu ingin kamu apakan? Daripada membiarkan list profil gypsum-mu terbuang sia-sia, sebaiknya kamu kereasikan menjadi hiasan gantung yang bisa mempercantik interior ruangan mu. Kalau kamu memiliki list yang berukuran lebar, kamu juga dapat membuat sebuah rak yang dapat digunakan untuk memajang foto keluarga atau miniatur kesayangan kamu.

Wah, banyak juga ya yang bisa kita aplikasikan dengan menggunakan gypsum! Sekarang, selain plafon gypsum, kamu juga bisa membuat partisi ruangan, mengkreasikan pintu, perapian dan bahkan membuat hiasan dinding dengan menggunakan material gypsum. 

Kenali Perbedaan Plafon GRC dengan Plafon Lainnya

Kenali Perbedaan Plafon GRC

Plafon atau biasa kita kenal sebagai langit-langit, merupakan salah satu bagian dari atap rumah yang memiliki fungsi sebagai pembatas antara genteng dengan bagian bawah rumah. Selain dapat memberikan kesan rapi pada bagian dalam rumah, plafon sendiri juga bisa menjadi bagian dekorasi interior.

Banyak sekali bahan material yang digunakan untuk dijadikan plafon ini, di mana salah satunya adalah plafon dari GRC. GRC adalah bahan material campuran antara serat kaca dengan semen, di mana plafon GRC ini memiliki perbedaan yang sangat mencolok dari jenis plafon lainnya.

Perbedaan plafon GRC dengan jenis plafon lainnya

Kenali Perbedaan Plafon GRC

Plafon dari GRC sendiri mempunyai kelebihan tersendiri yang menjadikan plafon ini berbeda dari jenis plafon lainnya. Berikut ini adalah perbedaan plafon dari bahan GRC dari plafon lainnya yang perlu kamu ketahui:

1. Sangat ringan

Bahan GRC sendiri terkenal memiliki beban yang sangat ringan, di mana berbeda dari jenis plafon lainnya. Karena beratnya yang sangat ringan, plafon ini sangat mudah sekali untuk dipasang dan juga tidak membutuhkan teknik yang rumit untuk memasanganya. Tentu saja ini menjadi keunggulan tersendiri bagi kamu yang ingin cepat memiliki langit-langit yang indah.

2. Tahan api dan air

GRC yang merupakan campuran antara serat kaca dengan semen membuat bahan ini menjadi tahan api dan air, di mana tidak semua bahan plafon lain memiliki kemampuan yang sama. Dengan bahan yang tahan api dan air, maka keamanan bangunan pun semakin meningkat. Tidak hanya itu kebocoran pada ruangan pun dapat dicegah dengan lebih efektif.

3. Anti rayap

Perbedaan lainnya adalah plafon ini sendiri anti rayap yang tentu saja tidak akan kamu dapatkan dari jenis plafon kayu ataupun lainnya. Hal ini sendiri dikarenakan plafon ini terbuat dari bahan yang bukan kayu, sehingga mampu bertahan lama.

4. Mudah sekali dibentuk

Plafon GRC sendiri terkenal sangat mudah sekali dibentuk dengan berbagai motif yang diinginkan. Dengan kemudahan ini, kamu dapat memperoleh plafon yang memiliki bentuk dan motif tertentu, sehingga akan memberikan sebuah dekorasi yang melengkapi kecantikan interior pada sebuah ruangan. Tentu saja ini tidak didapatkan dari jenis plafon yang lain yang membutuhakn waktu lama untuk mendapatkan motif yang diinginkan.

5. Tahan terhadap berbagai cuaca

Perbedaan selanjutnya dari plafon dengan bahan GRC ini sendiri adalah memiliki ketahanan yang sangat baik terhadap segala jenis cuaca. Ketika kamu menggunakan jenis plafon ini, maka kamu tidak perlu khawatir dengan keadaan cuaca apapun. Hal ini sendiri dikarenakan plafon dengan bahan ini sangat kuat dan mampu bertahan dengan sangat baik terhadap berbagai cuaca baik panas maupun lembab.

6. Harga lebih murah

Perbedaan plafon dengan bahan GRC selanjutnya adalah plafon ini memiliki harga yang lebih terjangkau dari jenis plafon lainnya. Hal ini sendiri tentu saja akan menjadi salah satu perbedaan yang sangat menguntungkan, di mana kamu dapat memperoleh sebuah plafon yang tahan api dan air, serta mampu bertahan terhadap segala jenis cuaca dengan harga yang terjangkau. Tidak hanya itu saja, penggunaan plafon ini sendiri tidak memerlukan sambungan sehingga lebih praktis dan juga sangat ekonomis.

Itu adalah perbedaan plafon GRC dengan jenis plafon lainnya yang ternyata memiliki lebih banyak kelebihan. Jika kamu ingin menggunakan plafon dari bahan GRC ini, ada baiknya mendapatkan toko yang tepat dan terpercaya agar mendapatkan plafon yang berkualitas.

7 Perbedaan Pintu UPVC dengan Pintu Lainnya

7 Perbedaan Pintu UPVC

Pintu merupakan salah satu komponen yang paling penting dalam sebuah bangunan, di mana fungsinya adalah sebagai akses keluar masuk bangunan. Pintu dalam perkembangannya terus mengalami perubahan dari mulai material hingga model pintu. Adapun material pintu yang paling populer sejak dahulu adalah kayu. Namun sayangnya material kayu kini mulai dihindari karena beberapa alasan seperti sulitnya kayu ditemukan, harganya yang mahal, dan sulitnya pemasangan. Kini masyarakat banyak beralih ke material lain seperti pintu alumunium dan pintu UPVC.

UPVC sendiri merupakan material yang sangat baru dibandingkan dengan alumunium dan kayu. UPVC merupakan perkembangan dari material PVC. UPVC atau unplastized chloride merupakan material turunan dari plastik yang telah mengalami proses tertentu hingga proses kelenturannya hilang. Berbeda dengan PVC, UPVC merupakan material yang lebih padat, keras dan kuat.

Perbedaan UPVC dan Material Lainnya

Tentu ada alasan yang kuat mengapa masyarakat kini harus memilih material UPVC untuk pintu dibandingkan dengan material lainnya. Ya, pintu UPVC memiliki perbedaan dibandingkan dengan material pintu lainnya. Adapun perbedaan tersebut di antaranya:

1. Perawatan

Saat Anda menggunakan material kayu atau alumunium untuk pintu, Anda harus merawat pintu tersebut dengan intensitas yang sering. Hal ini untuk menghindarkan pintu dari kerusakan karena perbedaan suhu maupun faktor hama. Sedangkan UPVC, Anda tidak perlu merawatnya karena pintu ini tahan terhadap gangguan ekstrenal apapun.

2. Korosi dan rayap

UPVC merupakan material yang tahan terhadap korosi dan anti rayap. Berbeda dengan alumunium yang tidka tahan korosi dan pintu kayu yang dapat terserang rayap.

3. Tahan terhadap cuaca

Material kayu dan alumunium tidak tahan terhadap cuaca dan akan mengalami kembang kusut saat dihadapkan dengan perubahan cuaca ekstrem. Sedangkan material UPVC tahan terhadap cuaca serta tidak mengalami kembang kusut. Hal ini dikarenakan material UPVC merupakan material yang kuat dan memiliki sistem drainase sendiri sehingga mampu mempertahankan kondisinya.

4. Reduksi suara

Pintu alumunium dan pintu kayu tidak dapat meredam suara sehingga suara dari manapun akan tetap masuk dan keluar ruangan. Berbeda dengan pintu UPVC yang mampu meredam suara hingga 40 dB.

5. Penghantar panas

Material kayu memang tidak akan menghantarkan panas, tapi material kayu akan mudah terbakar. Sedangkan material alumunium menghantarkan panas dan mudah terbakar, apalagi melalui aliran listrik. Material UPVC jelas tidak menghantarkan panas dalam bentuk apapun sehingga material ini sangat aman digunakan.

6. Kedap suara

Untuk memaksimalkan suara agar tidak masuk sama sekali, Anda dapat memasang kaca sound proof di pintu material UPVC. Berbeda dengan material pintu alumunium dan kayu yang tidak dapat dipasang pendukung apapun agar suara tidak masuk. Pintu alumunium dan kayu tidak dapat menjadi pintu yang kedap suara.

7. Ramah lingkungan

Material UPVC lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan material kayu. Hal ini dikarenakan material UPVC tidak memanfaatkan sumber daya alam yang semakin menipis seperti kayu, justru sebaliknya material ini dapat menggunakan plastik-plastik sampah yang siap didaur ulang sehingga berperan dalam pengurangan sampah bumi yang kian menghawatirkan.

Itulah perbedaan pintu material UPVC dengan material lain, khususnya kayu dan alumunium. Material UPVC memiliki keunggulan yang lebih banyak dibandingkan dengan material lain sehingga wajar saja jika UPVC kini lebih banyak dipilih untuk pintu ketimbang material lainnya. Apakah Anda akan mulai menggunakan UPVC saat ini?

Simak Tips dalam Membangun Musala di Kantor

 Tips dalam Membangun Musala di Kantor

Bagi mereka yang berprofesi sebagai karyawan atau manajer, kantor merupakan tempat yang paling banyak dijadikan untuk menghabiskan waktu selain dari tempat tidur. Sehingga seringkali kegiatan seperti; makan, bercengkrama, bahkan beribadah harus dilakukan di sana. Perusahaan yang baik pasti akan menyediakan tempat ibadah agar karyawan di dalamnya dapat melaksanakan ibadah tepat waktu. Artikel kali ini akan memberikan berbagai informasi kepada Anda mengenai tips dan cara yang baik dalam membuat musala di tempat kerja; mulai dari memasang karpet kantor, hingga tips-tips menarik lainnya.

Inilah Tips Membangun Musala di Kantor

 Tips dalam Membangun Musala di Kantor

  • Lahan Kecil Bukan Kendala yang Berarti

Lahan yang sempit seringkali dianggap menjadi kendala perusahaan untuk membuat ruang ibadah di dalam kantor. Padahal, tidak mengapa jika memang harus membangun musala dengan luas ruangan yang sempit. Mengapa demikian? Karena luas ruangan bukanlah esensi sebenarnya dari sebuah ruangan ibadah, akan tetapi yang terpenting adalah musala tersebut terjaga kebersihannya serta dilengkapi air yang lancar dan bersih agar para karyawan tidak kesulitan untuk bersuci.

  • Ruang Ibadah Ideal dengan Memanfaatkan Karpet Kantor yang Estetik

Selain nilai fungsional, ada satu hal lagi yang perlu diperhatikan dalam pembuatan musala di kantor, yakni mengenai nilai estetika atau yang berkaitan dengan kenyamanan karyawan saat sedang melaksanakan ibadah. Ketidaknyamanan adalah salah satu faktor yang dapat menjadikan seseorang malas untuk pergi ke musala kantor, sehingga memilih untuk beribadah di tempat lain. Tentu Anda tidak menginginkan musala yang telah dibangun tidak dimanfaatkan dengan baik, bukan? Nah, salah satu tips yang bisa Anda coba untuk membangun ruang ibadah yang nyaman adalah dengan memanfaatkan karpet yang biasa digunakan untuk lantai kantor, seperti; tile, turki, ataupun jenis karpet lain yang memiliki nilai estetika di dalamnya.

Itulah tips dalam membangun musala di kantor, Anda bisa mengkolaborasikan kedua tips tersebut untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Yaitu dengan memanfaatkan space kantor yang tersedia, maupun dengan karpet kantor yang memiliki nilai estetika di dalamnya.

Ketahuilah! Ini Dia Alasan Mengapa Harus Menggunakan Floor Hardener Pada Lantai

Floor hardener merupakan lapisan pelindung yang diaplikasikan pada lantai sebuah bangunan, dengan tujuan untuk memperkuat ketahanannya, mengingat penggunaan lantai yang dimaksud akan sangat sering dipakai. Melapisi lantai seperti ini sudah umum digunakan pada lantai yang akan sering dilalui dan digunakan untuk bebean yang berat, misalnya lantai parkiran basement, supermarket, gym, rumah sakit, perkantoran, dan berbagai gedung lainnya.

Floor Hardener Pada Lantai

Kini, melapisi lantai sebuah gedung memang menjadi pilihan utama para pengguna untuk memiliki lantai bangunan yang lebih awet. Ciri khas dari tampilan lantai yang sudah di hardener ini memiliki penampakan mengkilap, sedikit licin, dan terlihat selalu bersih. Namun yang jadi fungsi utamanya adalah, proses ini bisa membuat lantai lebih keras dan tahan dari segala benturan, goresan, maupun bobot benda yang berat. Penerapannya pun bisa diaplikasikan pada lantai beton, lantai biasa, dan lainnya. Yang jelas, ia bisa menyesuaikan sendiri pada berbagai jenis lantai.

4 Alasan Harus Menggunakan Lapisan Pengeras Lantai

Lapisan Pengeras Lantai

Ketika kamu akan membangun sebuah gedung dan menjadikan lantainya tetap awet dan kuat, maka menggunakan floor hardener adalah langkah yang tepat. Alasan mengapa kamu harus menggunakan hardener ini pada lantai, diantaranya karena ia memiliki banyak manfaat, mudah diaplikasikan, serta terjangkau untuk dibeli. Berikut penjelasan detailnya.

1. Banyak Manfaatnya

Pelapisan lantai seperti ini banyak digunakan karena terbukti bisa memberikan efek yang lebih kuat dan awet pada lantai. Bahkan ketika diaplikasikan, bahannya mudah rekat dengan baik hingga pada lantai yang memiliki sela-sela. Noda yang mengenainya mudah dibersihkan, dan terhindar dari berbagai goresan.

Tak hanya itu, pelapis ini juga memiliki kelebihan anti debu. Bahkan bisa membuat tampilan lantai lebih terlihat mewah dan mengkilap. Kehadiran teknologi ini diadakan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan buruk yang bisa terjadi pada lantai jika tidak dilindungi dengan standar pemakaian yang semestinya.

2. Mudah Diaplikasikan

Meskipun bisa juga dipakai pada berbagai jenis lantai, namun penerapan pada lantai beton ini paling umum digunakan. Ada langkah-langkah tertentu yang harus dikerjakan demi menyempurnakan pemasangan floor hardener pada lantai. Akan lebih baik jika ia dikerjakan pada waktu dan aturan yang diberlakukan.

Langkah pertama dan yang pasti, ialah menyiapkan lantai beton hingga siap diberikan hardener. Sebaiknya lantai tersebut dibersihkan terlebih dahulu dari debu dan kotoran yang menempel, jika sudah mulai rusak, buat lantai lebih mulus, dan ini untuk pengaplikasian pada lantai lama. Jika memang belum dibangun sama sekali, maka lantai beton bisa mulai dicor.

Jika lantai sudah dirasa lurus, seimbang, kering, dan bersih, maka penerapan hardener bisa mulai dilakukan, dan jika sudah maka Anda bisa menghaluskan kembali lantai tersebut menggunakan alat trowel.

3. Banyak Jenisnya

Lapisan pengeras lantai disediakan dalam berbagai macam jenis yang bisa dipilih berdasarkan kualitas dan harganya. Tentunya semakin tinggi kualitasnya, maka harga jual pun sedikit berbeda dengan kualitas hardener yang lebih murah. Sebenarnya pemilihan bahan kualitas paling mahal bukan satu-satunya kunci untuk membuat lantai kuat. Pengerjaan terbaik yang dilakukan dan sesuai standar juga memengaruhi hasil akhirnya.

4. Harga Beli Cukup Ekonomis

Dibandingkan dengan membeli bahan lainnya yang belum tentu sama ketahanannya, penggunaan hardener pada lantai lebih direkomendasikan karena harga floor hardener beli yang sesuai dan cukup ekonomis. Pengguna bisa membelinya dalam jumlah kiloan, sesuai kebutuhan.

Itulah beberapa alasan kuat mengapa Anda perlu menggunakan pelapis lantai yang kuat ini. Semoga berbagai informasi tersebut dapat membantu Anda.

Ini Loh Beberapa Ruangan yang Bisa Dipasang Karpet Tile

Karpet kerap menjadi pilihan untuk desain lantai yang lebih menarik dan memberikan kenyamanan. Jika dilihat sekilas, kebanyakan orang lebih menggunakan karpet sebagai alas lantai. Padahal saat ini fungsi karpet sudah mulai berkembang, yakni sebagai penambah interior ruangan biar makin cantik. Maka dari itu, tak heran jika karpet menjadi pilihan interior untuk berbagai bangunan. Mulai dari rumah, kantor, tempat olahraga, serta bangunan publik lainnya.

Ruangan yang Bisa Dipasang Karpet Tile

Salah satu bahan karpet yang cukup sering digunakan dan bisa disesuaikan dengan fungsi ruangan, yakni karpet berbahan tile. Karpet tile ini memiliki bentuk potongan persegi dengan ukuran kurang lebih 50 cm x 50 cm. Selain itu dengan motif yang beragam, anda bisa mengaplikasikannya diberbagai ruangan seperti berikut ini.

Ruangan yang Dapat Dipasang Karpet Tile

Tertarik untuk memasang karpet tile pada ruangan ruangan yang diinginkan? Perhatikan dulu nih ruangan apa saja yang cocok buat diaplikasikan karpet jenis ini!

1. Ruang tamu

Karpet Tile Ruang tamu

Ruang tamu merupakan salah satu ruang di rumah yang paling menarik perhatian, lantaran biasa dijadikan tempat untuk menerima tamu. Sehingga tak heran jika penggunaan karpet bisa menjadi pusat perhatian, terlebih ketika anda memilih corak atau motif yang tepat. Untuk ruangan ini anda bisa memilih motif bebas, berwarna warni, motif yang ramai, ataupun motif yang cenderung polos.

2. Kamar tidur

Menjadi tempat istirahat yang penuh privasi, tentu desain karpet haruslah disesuaikan dengan karakter pemiliknya. Pilihlah karpet berbahan tile sesuai keinginan, agar suasana kamar tidur menjadi lebih nyaman. Terlebih lagi jika anda menerapkannya untuk kamar tidur anak, sebaiknya tanyakan desain karpet yang diinginkannya.

3. Ruang keluarga

Ingin suasana berkumpul dengan keluarga menjadi lebih santai dan penuh kehangatan? Salah satu solusinya adalah dengan menerapkan karpet jenis tile dengan warna warna hangat. Misalnya saja krem, abu abu, ataupun warna warna soft seperti blue green, tan, sky blue, mauve, ataupun pink coral. Berbagai warna tersebut bisa menambah keakraban dan kedekatan masing masing anggota keluarga.

4. Ruang kerja

Bagi anda yang memiliki ruang kerja di rumah, tak ada salahnya untuk memfokuskan interior pada pemilihan karpet lantai dari tile. Pilihlah motif polos dengan beberapa warna, yang akan dipasang secara acak dan tidak beraturan. Desain karpet ini bisa memberikan kesan semi formal yang menenangkan.

5. Ruang meeting

Tak hanya di rumah, karpet berbahan tile juga sangat cocok untuk diaplikasikan di ruang meeting kantor. Berbagai pilihan motif yang tepat antara lain motif garis garis, berpola simpel, ataupun polos. Akan lebih baik jika anda memilih motif yang berpola dengan gradasi warna yang tepat, serta cenderung gelap.

6. Ballroom atau aula

Untuk ruangan yang satu ini, penggunaan karpet dinilai cukup simpel dan efisien, karena anda bisa mendapatkan interior ruangan yang indah tanpa harus menambahkan berbagai pernak pernik atau dekorasi yang rumit. Selain itu, desain karpet juga bisa diubah-ubah sesuai kebutuhan acara. Misalnya untuk acara seminar, pilihlah motif polos atau yang memiliki sedikit pola untuk memberikan kesan formal. Sementara untuk acara hiburan, anda dapat memilih pola yang ramai dengan beragam warna untuk menambah suasana jadi lebih ceria dan menyenangkan.

Itulah tadi beberapa ruangan yang cocok untuk dipasang karpet tile. Karena bentuknya yang berupa potongan dan memiliki berbagai motif, tentu tak heran jika karpet ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan ruangan. Makanya, jangan ragu lagi deh memilih karpet berbahan tile buat ruangan!

Mengenal Perbedaan Antara Cat Waterproof dan Cat Epoxy Yang Harus Anda Tahu

Ketika membangun sebuah tempat tinggal pastinya semua orang akan membangun semaksimal mungkin serta menggunakan meterial terbaik agar menghasilkan rumah yang awet dan juga terhindar dari berbagai masalah. Meskipun demikian ternyata ada saja masalah yang kemudian muncul ketika rumah tersebut sudah selesai dibangun, salah satunya masalah yang sering terjadi di hampir setiap rumah adalah munculnya retakan pada bagian tembok maupun lantai rumah. Retakan tersebut bisa saja mengakibatkan permasalah baru yakni kebocoran atupun air yang merembes dan masuk ke dalam rumah.

Perbedaan Antara Cat Waterproof dan Cat Epoxy

Untuk mengatasi masalah retakan pada rumah tersebut ada beberapa langkah diantaranya dapat menggunakan metode cat waterproofing. Dengan metode ini memang masalah retakan pada dinding ataupun pada atap beton dapat diatasi dengan mudah. Tidak heran jika kemudian mulai banyak bermunculan jasa waterproofing di beberapa perkotaan besar seperti Jakarta dan sebagainya.

Perbedaan Antara Cat Waterproof Dengan Cat Epoxy

Jasa waterproofing tersebut bukan hanya sekedar menawarkan jasa pengecatan bagian rumah yang retak tersebut dengan menggunakan cat waterproof saja melainkan juga melayani jasa cat epoxy. Bagi sebagian orang tentunya masih sangat asing dengan istilah cat epoxy ini. Secara sekilas baik antara cat waterproof dan cat epoxy memang hampir sama yakni sama-sama berguna untuk mengatasi retakan yang dapat mengakibatkan kebocoran ataupun air yang merembes pada rumah. Akan tetapi antara cat waterproof dengan cat epoxy ini sangatlah jauh berbeda.

Jika biasanya cat waterproof ini bisa diaplikasikan pada berbagai sudut ruangan mulai dari tembok hingga bagian atap rumah yang terbuat dari beton, maka berbeda lagi dengan cat epoxy ini. Cat epoxy atau dikenal dengan istilah epoxy lantai adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh jasa epoxy lantai untuk mempercantik serta memperkuat lantai rumah dengan sebuah percampuran beberapa cairan kimia sehingga menghasilkan suatu cat yang sangat padat dan juga kuat.

Meskipun epoxy ini bernama cat bukan berarti sama dengan cat pada umumnya yang dapat dipergunakan juga untuk tembok rumah. Penerapan metode epoxy ini hanya dapat dilakukan pada bagian lantai saja dan tidak dapat dipergunakan untuk melapisi dinding.

Cara pengaplikasian dari kedua cat ini juga sangat berbeda, jika untuk mengaplikasikan cat waterproof hanya tinggal mengoleskan dan meratakan saja menggunakan kuas, maka untuk mengaplikasikan cat epoxy ini harus menggunakan alat khusus dan tidak boleh dikerjakan oleh sembarangan orang. Mengapa demikian karena apabila dikerjakan asal-asalan saja serta bukan orang yang ahli pada bidang jasa waterproofing maka hasilnyapun juga akan kurang maksimal.