7 Perbedaan Pintu UPVC dengan Pintu Lainnya

7 Perbedaan Pintu UPVC

Pintu merupakan salah satu komponen yang paling penting dalam sebuah bangunan, di mana fungsinya adalah sebagai akses keluar masuk bangunan. Pintu dalam perkembangannya terus mengalami perubahan dari mulai material hingga model pintu. Adapun material pintu yang paling populer sejak dahulu adalah kayu. Namun sayangnya material kayu kini mulai dihindari karena beberapa alasan seperti sulitnya kayu ditemukan, harganya yang mahal, dan sulitnya pemasangan. Kini masyarakat banyak beralih ke material lain seperti pintu alumunium dan pintu UPVC.

UPVC sendiri merupakan material yang sangat baru dibandingkan dengan alumunium dan kayu. UPVC merupakan perkembangan dari material PVC. UPVC atau unplastized chloride merupakan material turunan dari plastik yang telah mengalami proses tertentu hingga proses kelenturannya hilang. Berbeda dengan PVC, UPVC merupakan material yang lebih padat, keras dan kuat.

Perbedaan UPVC dan Material Lainnya

Tentu ada alasan yang kuat mengapa masyarakat kini harus memilih material UPVC untuk pintu dibandingkan dengan material lainnya. Ya, pintu UPVC memiliki perbedaan dibandingkan dengan material pintu lainnya. Adapun perbedaan tersebut di antaranya:

1. Perawatan

Saat Anda menggunakan material kayu atau alumunium untuk pintu, Anda harus merawat pintu tersebut dengan intensitas yang sering. Hal ini untuk menghindarkan pintu dari kerusakan karena perbedaan suhu maupun faktor hama. Sedangkan UPVC, Anda tidak perlu merawatnya karena pintu ini tahan terhadap gangguan ekstrenal apapun.

2. Korosi dan rayap

UPVC merupakan material yang tahan terhadap korosi dan anti rayap. Berbeda dengan alumunium yang tidka tahan korosi dan pintu kayu yang dapat terserang rayap.

3. Tahan terhadap cuaca

Material kayu dan alumunium tidak tahan terhadap cuaca dan akan mengalami kembang kusut saat dihadapkan dengan perubahan cuaca ekstrem. Sedangkan material UPVC tahan terhadap cuaca serta tidak mengalami kembang kusut. Hal ini dikarenakan material UPVC merupakan material yang kuat dan memiliki sistem drainase sendiri sehingga mampu mempertahankan kondisinya.

4. Reduksi suara

Pintu alumunium dan pintu kayu tidak dapat meredam suara sehingga suara dari manapun akan tetap masuk dan keluar ruangan. Berbeda dengan pintu UPVC yang mampu meredam suara hingga 40 dB.

5. Penghantar panas

Material kayu memang tidak akan menghantarkan panas, tapi material kayu akan mudah terbakar. Sedangkan material alumunium menghantarkan panas dan mudah terbakar, apalagi melalui aliran listrik. Material UPVC jelas tidak menghantarkan panas dalam bentuk apapun sehingga material ini sangat aman digunakan.

6. Kedap suara

Untuk memaksimalkan suara agar tidak masuk sama sekali, Anda dapat memasang kaca sound proof di pintu material UPVC. Berbeda dengan material pintu alumunium dan kayu yang tidak dapat dipasang pendukung apapun agar suara tidak masuk. Pintu alumunium dan kayu tidak dapat menjadi pintu yang kedap suara.

7. Ramah lingkungan

Material UPVC lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan material kayu. Hal ini dikarenakan material UPVC tidak memanfaatkan sumber daya alam yang semakin menipis seperti kayu, justru sebaliknya material ini dapat menggunakan plastik-plastik sampah yang siap didaur ulang sehingga berperan dalam pengurangan sampah bumi yang kian menghawatirkan.

Itulah perbedaan pintu material UPVC dengan material lain, khususnya kayu dan alumunium. Material UPVC memiliki keunggulan yang lebih banyak dibandingkan dengan material lain sehingga wajar saja jika UPVC kini lebih banyak dipilih untuk pintu ketimbang material lainnya. Apakah Anda akan mulai menggunakan UPVC saat ini?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *